Banyak orang sudah tahu bahwa konsumsi gula secara berlebihan merupakan salah satu pemicu utama obesitas dan diabetes. Namun belum banyak yang tahu jenis-jenis gula yang ada di dunia ini dan berapa takaran asupan gula yang bisa ditoleransi oleh tubuh. Puspo Edi Giriwono, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University, memberikan tips konsumsi gula secara bijak agar bisa terhindar dari penyakit diabetes. Ia juga menjelaskan jenis-jenis gula berdasarkan strukturnya untuk mengetahui takaran aman asupan jenis gula tersebut. Jenis-Jenis Gula dan Sifatnya Puspo memaparkan bahwa gula memiliki tingkatan struktur berdasarkan kompleksitasnya. “Yang paling sederhana yang kita kenal itu monosakarida. Contohnya glukosa dan fruktosa,” jelas Puspo. Monosakarida merupakan unit gula dasar yang paling sederhana. Menurut Puspo, glukosa dan fruktosa memiliki sumber dan karakteristik penyerapan yang berbeda dalam tubuh. “Glukosa dapat kita temui di nasi dan kentang, sedangkan fruktosa biasanya dapat kita temui di buah-buahan dan sayuran,” paparnya lagi seperti dikutip dari laman IPB University. “Glukosa lebih mudah diserap, sehingga akan cepat sekali meningkatkan gula darah kita, lebih cepat daripada fruktosa," imbuh pria yang kini juga menjabat sebagai Kepala South East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) IPB University tersebut. Meski fruktosa memiliki rasa lebih manis, indeks glikemiknya justru lebih rendah dibandingkan glukosa. “Fruktosa sedikit lebih lambat penyerapannya, termasuk yang kita sebut indeks glikemiknya rendah,” tutur Puspo. Tubuh juga dapat menghasilkan glukosa dari cadangan lemak ketika dibutuhkan. Selanjutnya, gabungan dua unit monosakarida akan membentuk disakarida. “Contohnya sukrosa, atau gula pasir yang kita kenal,” jelasnya. Sukrosa terdiri atas satu unit glukosa dan satu unit fruktosa. Sementara rantai gula yang lebih panjang akan membentuk oligosakarida hingga polisakarida, seperti pati. Tips Bijak Konsumsi Gula demi Kesehatan Puspo menekankan bahwa kebutuhan gula setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung pada jumlah energi yang diperlukan. Untuk konsumsi sukrosa atau gula pasir, ia menyarankan, “Dua atau tiga sendok teh sehari itu sudah cukup.” Puspo juga memberikan beberapa tips untuk konsumsi gula yang bijak. Pertama, kurangi gula pasir. Batasi penambahan sukrosa dalam makanan dan minuman. Kedua, tingkatkan aktivitas fisik. Bakar kalori yang dikonsumsi agar tidak menumpuk. Lalu, pilih gula kompleks alami. Konsumsi lebih banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh (whole grains). “Kita dianjurkan mengonsumsi buah lebih banyak, karena selain rasa manisnya, juga mengandung sekian banyak vitamin dan serat pangan. Itu membantu menjaga kesehatan kita,” tuturnya. Sebagai penutup, Puspo mengingatkan, “Konsumsi gula berlebihan tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Mari kita kurangi jumlah gula yang kita konsumsi, agar kita dapat meminimalkan risiko obesitas dan penyakit tidak menular seperti diabetes mellitus.” ---Pengetahuan tak terbatas kini lebih dekat. Simak ragam ulasan jurnalistik seputar sejarah, budaya, sains, alam, dan lingkungan dari National Geographic Indonesia melalui pranala WhatsApp Channel https://shorturl.at/IbZ5i dan Google News https://shorturl.at/xtDSd. Ketika arus informasi begitu cepat, jadilah bagian dari komunitas yang haus akan pengetahuan mendalam dan akurat.